Nieranita
Puisi Untuk Anak Bangsa
Ketika aku menulis puisi ini Mungkin kau sedang bersemedi di dalam
kaleng-kaleng soda, sedang bersembahyang di kolong-kolong jembatan Atau mungkin
sedang pulas ditumpukan papan iklan Lantas siapa yang akan membaca sajak keluh
kesah negeri ini ?
Ketika aku menulis puisi ini Kau mungkin sedang ketakutan
Menyaksikan kebakaran hutan, sedangkan di warung pojok sebakul nasi
hanya diasapi puntung rokok Bahan bakar hanya membakar dada demonstran
Aku menulis puisi ini Mungkin kau sedang gelisah dalam kecemasan Ketika
tiang listrik lebih tinggi daripada tiang bendera Merah putih menjadi warna
hitam di limbah-limbah pabrik yang lupa jalan pulang
Aku menulis puisi ini Mungkin kau sedang terheran-heran Para pembesar
memperbesar kuak saku mereka Gedung-gedung raksasa dihuni rakyat-rakyat
sengsara Rumah-rumah kardus mendengus Oh Nak, aku takut puisiku hangus
Kuwait 3 November 2013